Gili Lawa Darat, Serpihan Surga di Timur Indonesia

Pada kali ini Kami akan membagikan pengalaman salah satu teman (Mbak Utami) yang NGEtrip ke Pulau Komodo. Taman Nasional Komodo merupak salah satu destinasi wisata ter-favorit di Indonesia. Mulai dari keindahan alam dan satwa yang menajadi cirri khas dan juga menjadi salah satu keajaiban dunia, “Komodo”. Langsung saja berikut cerita lengkap Mbak Utami NGEtrip ke Gili Lawa Darat.

Sebenernya untuk rute menuju Gili Lawa Darat ada banyak dan bebas memilih mau menggunakan jalur transportasi yg mana saja. Saya memilih untuk naik turun kereta api dan kapal laut untuk menuju ke salah satu destinasi favoorit di Flores yaitu “Gili Lawa”. Gili Lawa terbagi dua ada Gili Lawa Darat dan Gili Lawa Laut. Gili Lawa juga termasuk dalam paket sailling komodo.

Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya saya sampai juga di pelabuhan Labuan Bajo sekitar jam 5 sore. Saya memutuskan untuk mencari penginapan untuk malam ini karena besok pagi saya sudah mulai trip komodo. Ada banyak pilihan penginapan yg ada di sekitar pelabuhan. Harganya juga beraneka ragam mulai dari Rp.40.000,- sampai harga hotel berbintang. Saya menginap di “Bajo View” dengan harga Rp.180.000,- dengan kapasitas 2 orang. Dari bajo view saya bisa menikamati matahari tenggelam di labuan bajo. Sebelumnya saya sudah ikut dalam open trip sailling komodo untuk 4 hari 3 malam.

Sampai lah pada hari yang di tunggu-tunggu untuk menikmati indahnya laut indonesia. Pagi sekitar jam 9 saya dijemput di penginapan oleh crew kapal menuju pelabuhan. Sekitar 10 menit dari penginapan saya sampai di kapal yg akan membawa saya berlayar selama 4 hari 3 malam. Setelah ada sedikit pengarahan dari crew dan maneger kapal, berlayar pun dimulai.

Saya ke Gili Lawa pada hari ketiga. Setelah dua hari sebelumnya puas ke pulau pulau lain. Saya berangkat siang menuju Gili Lawa. Dari posisi kapal berlabuh saat itu (pulau kalong) menuju Gili Lawa butuh waktu sekitar 2 jam. Akhirnya saya sampai di Gili Lawa sekitar jam 3 sore. Kapal berlabuh agak jauh dari tepian karena banyaknya karang. Untuk sampai di tepi pantai saya menggunakan speed boat.

Perjalanan tidak cuma sampai di situ. Saya harus menaiki bukit yg lumayan curam. Untuk sampai di Gili Lawa darat dari bibir pantai saya butuh waktu sekitar 30 menit. Bukit yang lumayan menanjak tapi sensasi yg di hasilkan luar biasa. Semakin tinggi saya menaiki bukit semakin indah pemandangan yang di hadirkan, luaarrr biassaa !!